KIAT-KIAT PENULISAN ARTIKEL ILMIAH DALAM JURNAL ILMIAH INTERNASIONAL
Pengabdian Masyarakat, agendakan
pelatihan penulisan artikel ilmiah untuk publikasi jurnal internasional.
Pelatihan ini ditujukan untuk menfasilitasi Dosen, Mahasiswa dan Peneliti untuk
mempertajam keahliannya dalam penulisan artikel ilmiah untuk publikasi jurnal
internasional. Inisiatif ini dipicu oleh beberapa hal yang wajib menjadi
perhatian kalangan akademisi dan praktisi perkembangan pendidikan, diantaranya:
- Rendahnya publikasi ilmiah peneliti di perguruan tinggi di Indonesia di jurnal ilmiah bereputasi internasional merupakan faktor penting terhalangnya perguruan tinggi Indonesia masuk ke world class university. Data Times Higher Education Supplement (THES) pada tahun 2008 menunjukkan bahwa hanya 3 perguruan tinggi di Indonesia (UI, ITB, dan UGM) yang masuk dalam peringkat 500 tertinggi di dunia. Data tahun 2006 menunjukkan UI menduduki peringkat 250, turun menjadi 395 pada tahun berikutnya. ITB menduduki peringkat 258 pada tahun 2006 dan turun menjadi 369, dan UGM dari peringkat 270 menjadi 360. Mundurnya peringkat oleh ke-3 perguruan tinggi tersebut harus dikhawatirkan.
- Rendahnya publikasi ilmiah para dosen di perguruan tinggi di Indonesia diduga disebabkan oleh rendahnya kemampuan atau mungkin juga rendahnya dorongan para dosen untuk menuliskan hasil penelitiannya di jurnal ilmiah bereputasi internasional, padahal skim penelitian kompetitif yang didanani Dikti seperti: Hibah Bersaing, Penelitian Fundamental, dan Hibah Tim Pascasarjana secara jelas menuntut output penelitian dalam bentuk publikasi ilmiah pada jurnal bereputasi internasional.
KIAT-KIAT
PENULISAN ARTIKEL ILMIAH DALAM JURNAL ILMIAH INTERNASIONAL
Pendahuluan
Penulisan artikel ilmiah dalam jurnal internasional sebenarnya tidak jauh berbeda dengan penulisan artikel ilmiah pada jurnal nasional maupun lokal. Namun barangkali ada sedikit perbedaan yang perlu disampaikan yang akan diuraikan pada makalah ini. Salah satu kriteria artikel ilmiah bertaraf internasional adalah bahwa artikel ilmiah tersebut haruslah diminati oleh dunia internasional. Jadi sifatnya universal. Hanya jurnal-jurnal ilmiah pada bidang tertentu saja (bahasa, budaya dll.) yang dapat memuat tentang artikel ilmiah berskala lokal kedaerahan.
Ciri utama jurnal bertaraf internasional adalah menggunakan bahasa internasional, “editorial boards”-nya berasal dari berbagai negara atau paling sedikit mempunyai “consulting editor” dan “reviewer dari berbagai negara serta peredaran jurnal sangat luas di berbagai negara. Namun, sebuah jurnal berskala internasional tidak harus memenuhi semua kriteria tersebut di atas. Kriteria utama jurnal berskala internasional adalah bahwa jurnal tersebut diakui mutunya dan menjadi referensi para ilmuwan internasional. Semakin banyak dan sering ilmuwan internasional menyitasi isi jurnal bagi keperluan tulisan ilmiah internasional maka semakin baik mutu jurnal yang bersangkutan. Jadi, jurnal yang berbahasa Inggris tidak otomatis menjadi jurnal internasional.
Mempublikasikan artikel ilmiah pada jurnal bertaraf internasional mempunyai beberapa manfaat antara lain artikel ilmiah sebagai hasil kegiatan penelitian kita dapat dibaca oleh para ahli di seluruh dunia, yang dapat membawa nama kita pribadi dan institusi menjadi harum. Selain itu, berdasarkan peraturan baru tentang persyaratan kenaikkan pangkat dan jabatan dosen, publikasi ilmiah internasional mendapat angka kredit yang besar yaitu 40. DIKTI melalui proyek URGE di masa lalu menyediakan hadiah sebesar sepuluh juta rupiah bagi para penulis yang mampu menerbitkan artikel ilmiah pada jurnal internasional yang berkualitas.
Penulisan artikel ilmiah dalam jurnal internasional sebenarnya tidak jauh berbeda dengan penulisan artikel ilmiah pada jurnal nasional maupun lokal. Namun barangkali ada sedikit perbedaan yang perlu disampaikan yang akan diuraikan pada makalah ini. Salah satu kriteria artikel ilmiah bertaraf internasional adalah bahwa artikel ilmiah tersebut haruslah diminati oleh dunia internasional. Jadi sifatnya universal. Hanya jurnal-jurnal ilmiah pada bidang tertentu saja (bahasa, budaya dll.) yang dapat memuat tentang artikel ilmiah berskala lokal kedaerahan.
Ciri utama jurnal bertaraf internasional adalah menggunakan bahasa internasional, “editorial boards”-nya berasal dari berbagai negara atau paling sedikit mempunyai “consulting editor” dan “reviewer dari berbagai negara serta peredaran jurnal sangat luas di berbagai negara. Namun, sebuah jurnal berskala internasional tidak harus memenuhi semua kriteria tersebut di atas. Kriteria utama jurnal berskala internasional adalah bahwa jurnal tersebut diakui mutunya dan menjadi referensi para ilmuwan internasional. Semakin banyak dan sering ilmuwan internasional menyitasi isi jurnal bagi keperluan tulisan ilmiah internasional maka semakin baik mutu jurnal yang bersangkutan. Jadi, jurnal yang berbahasa Inggris tidak otomatis menjadi jurnal internasional.
Mempublikasikan artikel ilmiah pada jurnal bertaraf internasional mempunyai beberapa manfaat antara lain artikel ilmiah sebagai hasil kegiatan penelitian kita dapat dibaca oleh para ahli di seluruh dunia, yang dapat membawa nama kita pribadi dan institusi menjadi harum. Selain itu, berdasarkan peraturan baru tentang persyaratan kenaikkan pangkat dan jabatan dosen, publikasi ilmiah internasional mendapat angka kredit yang besar yaitu 40. DIKTI melalui proyek URGE di masa lalu menyediakan hadiah sebesar sepuluh juta rupiah bagi para penulis yang mampu menerbitkan artikel ilmiah pada jurnal internasional yang berkualitas.
1.
Beberapa Definisi
a.
Buku adalah terbitan tercetak tak
berkala yang paling sedikit terdiri atas 49 halaman dan terjahit pada satu
sisinya serta terlindung dalam sampul sehingga merupakan satu jilid.
b.
Pamflet adalah terbitan tercetak tak
berkala yang paling sedikit terdiri atas 5 tetapi tidak lebih dari 48 halaman.
c.
Berkala adalah terbitan dengan judul
khas yang muncul secara teratur (mingguan, bulanan, triwulanan, tahunan) atau
tidak teratur untuk rentang waktu tak terbatas.
d.
Majalah (magazine) adalah terbitan
berkala yang bukan harian, setiap keluar diberi berhalaman terpisah, biasanya
diidentifikasikan dengan tanggal dan bukan dengan nomor berseri.
e.
Jurnal (journal) adalah berkala
berbentuk pamflet berseri berisi bahan yang sangat diminati orang saat
diterbitkan.
f.
Buletin (bulletin) adalah berkala
resmi yang dikeluarkan lembaga atau organisasi profesi ilmiah serta memuat
berita, hasil, dan laporan kegiatan dalam suatu bidang.
g.
Warkat warta (newsletter) adalah
terbitan pendek berisi berita, termasuk kemajuan keilmuah yang berisi catatan
singkat yang mengutarakan materi secara umum dan tidak mendalam.
h.
Risalah (proceeding) berisi catatan
jalan pertemuan, beserta pembahasan yang terjadi, dan transaksi yang mumuat
makalah yang dibacakan dalam pertemuan ilmiah termaksud.
i.
Majalah teknis ilmiah adalah berkala
ilmiah yang berisi laporan hasil dan temuan baru penelitian.
j.
Berkala semi ilmiah adalah majalah
sekunder yang memuat tulisan teknis dengan cakupan yang bersifat siklopedia dan
ditujukan buat kalangan terpelajar yang buka ahli dalam bidang termaksud,
k.
Berkala penyari (abstracting
journal) adalah berkala sekunder yang hanya berisikan abstrak atau ringkasan
majalah primer.
l.
Berkala tinjauan (review journal)
adalah berkala yang memuat pembahasan berbagai artikel ilmiah sejenis untuk
memberikan gambaran kemajuan menyeluruh suatu topik.
m.
Majalah populer adalah berkala yang
berisi tulisan ilmiah untuk orang awam.
Artikel
dalam sebuah jurnal dapat dibagi menurut jenisnya yaitu artikel asli (original
papers atau regular papers), artikel tinjauan (review papers), catatan
penelitian (research note) dan surat pembaca (letter to the editor).
Artikel
asli biasanya merupakan artikel ilmiah hasil penelitian, atau dapat berupa
konsep-konsep asli yang dikembangkan dari artikel-artikel ilmiah yang
dipublikasikan. Artikel tinjauan biasanya merupakan artikel ilmiah yang disusun
berdasarkan telaah pustaka. Artikel tinjauan biasanya ditulis oleh para pakar
atas permintaan editor. Catatan penelitian merupakan laporan ringkas tentang
penelitian yang secara ilmiah sangat penting untuk segera dipublikasikan. Surat
pembaca biasanya merupakan komentar yang membangun terhadap artikel-artikel
yang dipublikasikan dalam suatu jurnal. Penulis dapat memberikan jawaban atau
penjelasan atas komentar pembaca.
2.
Pemilihan Jurnal Ilmiah
Setelah selesai melakukan penelitian, maka seorang peneliti
harus dapat menentukan derajat keaslian sumbangan ilmiahnya, dapat menentukan
keterkaitan dan ruang lingkup disiplin ilmu yang tertarik akan hasilnya, serta
macam masyarakat ilmiah yang berminat akan simpulan yang dihasilkan.
Macam media mana yang dipilih untuk menerbitkan temuan
ilmiah tersebut harus sudah ditentukan dengan baik sebelum naskah ditulis. Cara
yang paling sederhana adalah pergi keperpustakaan untuk mendapatkan jurnal
ilmiah yang sesuai dengan bidang ilmu kita. Pertama-tama kita baca keterangan
dalam halaman dalam depan atau belakang atau dalam Instuction for Authors
tentang cakupan bidang ilmu yang sesuai dengan jurnal tersebut. Jika di
perpustakaan tidak ada, maka dapat berkonsultasi dengan kolega kita di lembaga
lain untuk membicarakan ke jurnal mana artikel tersebut paling tepat dikirim.
Survey mengenai jurnal ilmiah juga dapat dilakukan melalui internet.
Seorang pemula mungkin akan mengalami kesulitan untuk
memilih jurnal yang tepat jika tersedia banyak pilihan. Sebagai patokan
mulailah mempertimbangkan kemungkinan untuk memasukkannya ke dalam berkala
superspesialis. Jika setelah dinilai belum cukup mendalam, maka lanjutkan
penjajakan ke berkala spesialis cabang ilmu yang melingkupinya. Sebagai
alternatif terakhir baru kemudian persiapkan artikel untuk berkala bidang
ilmunya.
Dianjurkan untuk tidak menerbitkan hasil temuan kita pada majalah atau jurnal yang merupakan bunga rampai bermacam ilmu. Berkala seperti ini tidak akan sampai ke tangan ilmuwan sebidang.
Dianjurkan untuk tidak menerbitkan hasil temuan kita pada majalah atau jurnal yang merupakan bunga rampai bermacam ilmu. Berkala seperti ini tidak akan sampai ke tangan ilmuwan sebidang.
3.
Instruction for Authors
Setelah diperoleh jurnal yang tepat, segera simaklah gaya
penyajiannya dengan membaca beberapa tulisan yang dimuat dalam nomor-nomor atau
jilid terakhir. Perhatikan pula tentang “Objective of the Journal” yang
biasanya memuat tentang cakupan bidang ilmu yang diutamakan, jenis karya tulis
yang diminta (artikel asli saja, artikel tinjauan saja, atau kedua-duanya).
Setelah itu pelajari Instruction for Authors pada jurnal tersebut.
Pemunculan “Instruction for authors” untuk setiap jurnal berbeda-beda. Jika pedoman tersebut pendek biasanya ditulis pada setiap satu nomor penerbitan jurnal. Akan tetapi jika panjang biasanya ditulis sekali dalam satu tahun, bisa pada awal tahun atau akhir tahun. Jika tidak dapat diperoleh di perpustakaan maka kita dapat mengirim surat ke Editor in Chief atau Technical Editor untuk mendapatkannya.
Pemunculan “Instruction for authors” untuk setiap jurnal berbeda-beda. Jika pedoman tersebut pendek biasanya ditulis pada setiap satu nomor penerbitan jurnal. Akan tetapi jika panjang biasanya ditulis sekali dalam satu tahun, bisa pada awal tahun atau akhir tahun. Jika tidak dapat diperoleh di perpustakaan maka kita dapat mengirim surat ke Editor in Chief atau Technical Editor untuk mendapatkannya.
4.
Penulisan Artikel
Kita harus membaca pedoman penulisan artikel dengan
hati-hati agar tidak terjadi kesalahan. Memang derajat pedoman tersebut
berbeda-beda pada setiap jurnal dari yang hanya garis besar saja sampai dengan
yang sangat rinci.
Informasi umum yang diberikan dalam panduan penulisan itu
adalah format penulisan (ukuran dan jenis kertas, spasi, penomoran halaman,
jumlah baris per halaman, margin dan penomoran setiap baris tulisan), penulisan
title page (judul artikel, penulis berserta alamatnya, alamat korespondensi dan
permintaan reprint), penulisan badan artikel.
Kita harus memperhatikan format pada jurnal terpilih. Sering terjadi editor menolak suatu artikel ilmiah dikarenakan tulisan tersebut tidak memenuhi persyaratan format yang telah ditentukan. Oleh sebab itu format harus dicermati.
Kita harus memperhatikan format pada jurnal terpilih. Sering terjadi editor menolak suatu artikel ilmiah dikarenakan tulisan tersebut tidak memenuhi persyaratan format yang telah ditentukan. Oleh sebab itu format harus dicermati.
Hal yang pertama yang harus diperhatikan adalah ukuran dan
jenis kertas. Pada umumnya ukuran yang digunakan adalah A4 atau letter dengan
berat 80 gram. Setelah itu perhatikan ukuran spasi (biasanya 2 spasi), ukuran
marjin kiri, kanan, atas dan bawah (bervariasi tergantung jurnal), ukuran font
(paling sedikit 10 point), petunuk penomoran halaman (atas atau bawah, kanan,
tengah atau bawah), batas jumlah halaman yang diijinkan, jumlah baris per
halaman (biasanya 20-25 baris). Hal yang perlu diperhatikan adalah bahwa setiap
baris pada setiap halaman diberi penomoran pada sisi kiri kertas. Penomoran
baris sangat penting sebagai rujukan bagi reviewer atau editor serta penulis
pada waktu memberi jawaban atas ulasan yang diberikan oleh reviewer. Selain
itu, perlu diperhatikan boleh tidaknya pemenggalan kata dan penggunaan right
justification. Kadang sebuah jurnal juga menentukan jenis huruf yang digunakan.
4.1. Penulisan Title Page
Pada tittle page (lihat lampiran 2)
biasaya ditulis judul artikel, nama penulis dan alamat lembaga dimana penelitian
itu dilakukan, dan alamat penulis korespondensi. Umumnya Running head little
yaitu judul artikel dalam bentuk singkat (yang nantinya akan muncul pada
halaman tertentu pada artikel yang telah dicetak bersama dengan nama penulis)
juga dicantumkan pada halaman judul ini. Cara penulisan halaman judul ini untuk
setiap jurnal berbeda-beda.
Pada halaman judul ini perlu
diperhatikan apakah judul ditulis tebal, miring, huruf kapital atau huruf
kecil. Secara umum judul ditulis paling atas dan di tengah-tengah. Ada jurnal
yang menentukan judul dicetak tebal, nama penulis dan alamat dicetak miring.
Selain itu, perlu diperhatikan penggunaan ukuran huruf. Justifikasi judul, nama
penulis dan alamat juga perlu diperhatikan.
Alamat penulis dalam jurnal bertaraf
internasional adalah lembaga yang betul-betul memberi sumbangan dan ikut ambil
bagian dalam penelitian. Sebagai contoh, seorang dosen melanjutkan pendidikan
S3 di Universitas Andalas. Setelah lulus ia pulang kembali ke institusi dimana
ia bekerja. Jika ia mempublikasikan hasil penelitiannya, maka alamat penulis
adalah Universitas Andalas. Penulis dapat mencantumkan alamat sekarang (alamat
dimana ia bekerja) pada catatan kaki.
Judul biasanya diminta sesingkat
mungkin tetapi mencerminkan isi dari artikel ilmiah termaksud. Singkatan
biasanya tidak dianjurkan dalam judul. Jumlah huruf pada running head
bervariasi (biasanya tidak lebih dari 55 huruf ).
Nama penulis yang dicantumkan
biasanya yang benar-benar memberikan kontribusi pada penelitian tersebut.
Memang tidak ada patokan yang berlaku. Bisa saja, pencantuman nama penulis
tergantung pada kesepakatan di antara penulis. Jika penulis lebih dari satu,
maka cantumkan penulis yang bertanggungjawab dalam surat-menyurat. Biasanya
penulis atau peneliti senior. Peneliti senior tidak harus sebagai penulis
utama.
4.2. Abstract dan Keywords
Format abstrak juga bervariasi,
sehingga kita harus benar-benar teliti membaca pedoman penulisan pada jurnal
tersebut yang meliputi format (kapital atau tebal, center atau pada baris baru
yang diikuti oleh kalimat pertama abstrak, spasi). Pada umumnya, jurnal meminta
abstrak ditulis pada halaman terpisah. Untuk mempermudah, sebaiknya kita
memperhatikan contoh artikel terbaru.
Secara umum, abstrak ditulis dalam
satu paragraf yang berisi tujuan penelitian, materi dan metodologi penelitian,
hasil utama penelitian, kesimpulan dan kata kunci (key words). Jika artikel
tersebut berupa tinjauan pustaka, abstrak berisi tentang latar belakang, hasil
utama berupa temuan teoritik, kesimpulan dan kata kunci. Pada abstrak biasanya
tidak terdapat pembahasan, tabel, pustaka, sitasi, dan gambar. Singkatan
biasanya diperbolehkan dalam abstrak.
Abstrak inilah yang biasanya
digunakan dalam abstracting yang akan disebarluaskan baik secara elektronik
maupun cetak. Oleh sebab itu kita harus mampu mengungkapkan hasil penelitian
kita secara menyeluruh sehingga pembaca bisa menangkap isi artikel tanpa harus
mengacu ke artikel yang lengkap. Pembaca yang tertarik biasanya akan mencari
artikel lengkapnya.
Jumlah kata maksimum dalam abstract
umumnya dibatasi antara 100 dan 250 kata. Namun ada juga jurnal yang memberi
batasan sampai dengan 400 kata. Satu kata ditetapkan sebagai kumpulan karakter
yang diapit oleh space. Abstract ditulis dengan kalimat past tense, dan umumnya
tidak diperkenankan lagi mengulangi judul artikel dalam isi abstract. Abstract
biasanya akan ditutup dengan kata kunci (keywords).
Kata kunci sangat penting dalam
pengideksan artikel. Jika pembaca ingin mencari artikel dengan kata kunci, maka
salah satu kata kunci yang kita tulis akan bisa membuka artikel tersebut. Oleh
sebab itu, kita harus memilih kata kunci yang paling baik mewakili topik yang
dibahas. Jumlah kata kunci bervariasi dari 3-6. Tata cara penulisan key words
bervariasi. Ada jurnal yang menuliskan kata kunci berdasarkan urutan abjad. Ada
juga yang berdasarkan urutan dimulai dari kata kunci spesifik sampai dengan
kata kunci umum atau sebaliknya. Ada juga yang dimulai dari kata kunci yang
paling penting sampai dengan yang kurang penting atau sebaliknya. Lihat contoh
abstract pada lampiran 3.
4.3. Introduction
Bagian ini mengandung isi sebagai
pengantar yang berisi justifikasi penelitian, hipotesis dan tujuan penelitian.
Jika artikel berupa tinjauan pustaka, maka pendahuluan berisi latar belakang yang
memuat tentang pentingnya “permasalahan” tersebut diangkat, hipotesis (jika
ada) dan tujuan penulisan artikel. Pada bagian ini pustaka hanya dibatasi pada
hal-hal yang paling penting. Perlu diperhatikan metode penulisan pustaka
rujukan sesuai dengan contoh artikel atau ketentuan dalam Instruction for
authors. Jumlah kata dalam bagian ini juga kadang dibatasi jumlah katanya. Ada
juga jurnal yang membatasi jumlah referensi yang dapat disitir pada
pendahuluan, tidak lebih dari tiga pustaka. Tidak dibenarkan membahas secara
luas pustaka yang relevan pada pendahuluan. Pada sebagian besar jurnal
Introduction ditulis dalam kalimat present tense. Perlu diperhatikan apakah
“introduction” ditulis segera setelah abstract, atau harus pada halaman baru.
4.4. Materials and Methods
Bagian ini bisa dibagi menjadi
beberapa subheading untuk lebih rapi. Dalam bagian ini umumnya tidak dibatasi
jumlah kata atau panjang tulisan, sehingga kita akan lebih leluasa menjelaskan
materi dan metodologi yang digunakan. Perlu diketahui bahwa para reviewer akan
banyak menekankan pemeriksaan pada materi dan metode ini. Karena, kevalidan
hasil yang kita peroleh ditentukan oleh penggunaan materi dan pendekatan
metodologi yang digunakan. Oleh sebab itu, kita harus menulis secara lengkap
jenis materi dan metodologi yang kita lakukan dalam penelitian, sehingga
reviewer bisa memahami prosedur yang digunakan dalam penelitian.
Dalam bagian ini kita bisa
menyajikan tabel, skema atau gambar untuk memperjelas dan meringkas informasi
yang akan ditulis. Bagian ini ditulis dengan kalimat past tense.
Jika kita merujuk metode dari hasil penelitian orang lain, maka kita tidak perlu menuliskannya secara mendalam. Cukup ditulis bahwa pengukuran “apa” menggunakan metode “siapa”.
Jika kita merujuk metode dari hasil penelitian orang lain, maka kita tidak perlu menuliskannya secara mendalam. Cukup ditulis bahwa pengukuran “apa” menggunakan metode “siapa”.
Contoh:
a. Dry matter, crude protein and total ash were determined according to AOAC (1990).
b. Neutral detergent fiber, acid detergent fiber, acid detergent lignin and hemicellulose were determined as described by Van Soest et al. (1991).
Hal ini juga berlaku bagi model analisis statistik. Kita
tidak perlu mencantumkan model matematikanya.
Contoh:
The effect of two season i.e. spring and winter on the nutrient composition and in situ DMD was analysed using a t-test (Steel and Torrie, 1980).
Contoh:
The effect of two season i.e. spring and winter on the nutrient composition and in situ DMD was analysed using a t-test (Steel and Torrie, 1980).
Dalam artikel tinjauan, biasanya tidak dicantumkan materi
dan metode penulisan yang digunakan.
4.5. Results and Discussion
Setiap jurnal mempunyai pola yang
baku atau yang fleksibel dalam bagian ini. Ada jurnal yang memisahkan Results
dari Discussion, atau menyatukannya, dan ada pula yang menyerahkannya kepada
penulis sesuai dengan kenyamanan dalam penyajiannya.
Jika Results terpisah, bagian ini hanya menyajikan hasil penelitian tanpa membahasnya. Keuntungan cara ini adalah pembahasan bisa lebih terarah dan menyeluruh karena bisa membahas variabel atau parameter yang saling berhubungan sekaligus. Keburukannya adalah bahwa dalam membahas kita cenderung memulai lagi sedikit dengan hasil, sehingga akan mengulang lagi apa yang sudah disajikan dalam hasil.
Jika Results terpisah, bagian ini hanya menyajikan hasil penelitian tanpa membahasnya. Keuntungan cara ini adalah pembahasan bisa lebih terarah dan menyeluruh karena bisa membahas variabel atau parameter yang saling berhubungan sekaligus. Keburukannya adalah bahwa dalam membahas kita cenderung memulai lagi sedikit dengan hasil, sehingga akan mengulang lagi apa yang sudah disajikan dalam hasil.
Jika results digabung dengan
discussion, pembahasan bisa langsung mengikuti penyajian hasil. Keuntungan cara
ini adalah setiap hasil langsung dibahas, sehingga tidak perlu menyinggung lagi
jika membahasnya. Keburukkannya adalah kita cenderung mengulang pembahasan yang
saling berkaitan. Namun untuk menulis pada salah satu cara di atas kita bisa
menggunakan teknik yang baik sehingga penyajian hasil dan pembahasan bisa lebih
menarik.
Dalam penyajian results ungkapkan
hasil yang diperoleh secara jelas dan lugas tanpa komentar. Pembaca diundang
untuk mengambil kesimpulannya sendiri, kemudian membandingkannya dengan
pernyataan penulis setelah pembaca sampai pada bagian discussion. Sajikan data
terpilih dengan ringkas. Pada tahap ini, penulis sebaiknya membentuk argumen
yang akan menjadi tulang punggung discussion. Dengan demikian, hal-hal pokok
dalam results perlu diberi penekanan. Pada bagian results, biasanya digunakan
kalimat past tense yang sederhana. Untuk penyajian data yang sederhana gunakan
tabel. Untuk data yang rumit dan banyak gunakan gambar. Tidak dibenarkan
menyajikan gambar dari tabel yang telah disajikan. Rataan angka yang disajikan
dalam tabel dan gambar pada sebagian besar jurnal internasional disertai oleh
ukuran penyebaran seperti SD, SE.
Results harus ditulis secara
sistematis. Kita tulis hasil mulai dari hasil utama baru diikuti oleh data atau
hasil pendukungnya atau sebaliknya, dari data pendukung baru ke hasil utamanya.
Pada umumnya jurnal internasional tidak menginginkan bahasa statistik ditulis dalam teks hasil. Sebagai contoh kalimat “Body weight was significantly affected by treatments (P<0,01)” adalah kalimat statistik, yang sangat sulit dipahami oleh pembaca. Oleh sebab itu sebaiknya tulis saja secara langsung, misalnya “Probiotik supplementation at level of 1% significantly increased body weight of broiler chickens (P<0,01)”.
Pada umumnya jurnal internasional tidak menginginkan bahasa statistik ditulis dalam teks hasil. Sebagai contoh kalimat “Body weight was significantly affected by treatments (P<0,01)” adalah kalimat statistik, yang sangat sulit dipahami oleh pembaca. Oleh sebab itu sebaiknya tulis saja secara langsung, misalnya “Probiotik supplementation at level of 1% significantly increased body weight of broiler chickens (P<0,01)”.
Dalam bagian discussion yang perlu
kita bahas adalah hasil tersebut apakah menerima atau menolak hipotesis yang
kita kemukakan. Jadi disini dibahas kenapa hipotesis diterima atau ditolak.
Biasanya discussion akan ditutup dengan kesimpulan jika tidak ada heading
khusus untuk kesimpulan.
Agar discussion menarik untuk
dibaca, maka mulailah dengan kata-kata kunci. Demikian pula setiap paragraf
sebaiknya dibuka dengan kalimat topik yang membawa gambaran jelas kepada
pembaca. Sebaiknya discussion dirancang dengan argumen yang kuat. Ini akan
memberikan kesempatan kepada penulis untuk merangsang minat pembaca, sehingga
pembaca tertarik untuk membaca seluruh artikel. Spekulasi dapat dibenarkan
dalam discussion sepanjang didukung oleh argumen yang kuat.
Kutipan dalam discussion sangat
penting untuk memperkuat argumentasi penulis. Kutipan harus memberikan
informasi yang benar. Hal ini sangat penting bagi pembaca yang ingin mengikuti
argumen penulis dengan seksama, agar dengan tepat menemukan apa yang dicarinya
dalam artikel asli sesuai dengan pengarahan penulis.
Acuan mempunyai banyak kegunaan,
antara lain dapat dijadikan otoritas tertinggi yang menjadi dasar argumen.
Acuan dapat menjadi otoritas sementara yang keabsahannya menjadi tantangan
pembaca, atau bahkan ternyata salah sama sekali. Mungkin saja penulis dapat
memberikan penekanan pada waktu penulisan kutipan dalam teks. Perhatikan
beberapa pernyataan berikut:
“Semua bakteri aerobil peka terhadap
umtomycin (Burhan, 1979).”
Pernyataan ini menyiratkan bahwa
konsep tersebut dapat diterima. Burhan adalah orang pertama yang mengemukakan,
dan penulis menyetujuinya.
“Burhan (1979) menemukan bahwa semua
bakteri aerobik peka terhadap umptomycin.”
Pernyataan ini menyiratkan konsep yang kurang dikenal, Burhan yang menyimpulkan, dan penulis setuju dengan pendapatnya.
Pernyataan ini menyiratkan konsep yang kurang dikenal, Burhan yang menyimpulkan, dan penulis setuju dengan pendapatnya.
Burhan (1979) menyatakan bahwa semua
bakteri aerobik peka terhadap umptomycin.”
Dalam kalimat ini tersirat bahwa pendapat Burhan mungkin bertentangan dengan pendapat umum, dan penulis untuk sementara tidak menentukan pilihan dalam masalah ini.
Dalam kalimat ini tersirat bahwa pendapat Burhan mungkin bertentangan dengan pendapat umum, dan penulis untuk sementara tidak menentukan pilihan dalam masalah ini.
4.6. Conclusion atau Implication atau Summary
Dalam conclusion sarikan apa yang
menjadi hasil utama penelitian (menolak atau menerima hipotesis) dalam kalimat
yang sederhana. Hindari kalimat berbau statistik. Conclusion disusun
berdasarkan fakta yang ditemukan dalam penelitian.
Beberapa contoh conclusion
1.
Basing on the quality and quality of
meat and wool produced it may be concluded that CSM may serve as suitable
substitute to replace at least 50% of costly and scarce DPNM in the diets of
growing lambs reared for meat and wool production.
2.
It can be concluded that both
Jackfruit and Flemingia are potential supplements for goats fed grasses and
CWSC.
Implikasi penelitian ditulis untuk memperjelas manfaat atau
sumbangan yang dihasilkan dari penelitian. Saran penelitian lebih lanjut dapat
dikemukakan pada bagian ini.
Beberapa contoh implications
Beberapa contoh implications
a.
The results of both experiments
suggest that this carbohydrate by-product can replace at least 50% of the total
lactose in phase I and phase II diets without having a detrimental effect on
pig performance. This by-product may be an economical alternative to lactose in
starter pig diets.
b.
Supplementing Phytezyme to an
corn-wheat-soybean meal diet for growing pigs increased growth performance and
nutrient digestibility. The present experiment demontrates the potential for
complete replacement of inorganic phosphorus addition by Phytezyme to maximize
performance and nutrient availability.
c.
Extrusion cooking would be a way to
improve the stability of rice bran. Feeding rancid rice bran gives negative
effects on growth performance and pork quality in growing-finishing pigs.
Therefore, it is very important to use rice bran as a feed ingredient when it is
fresh or stabilized.
4.7.
Acknowledgement
Ucapan terima kasih biasanya ditempatkan pada akhir tulisan
sebelum daftar pustaka. Biasanya yang perlu disebutkan adalah penyandang dana.
Berikan nomor kontraknya jika ada, karena ini juga nanti sebagai dokumentasi
bagi pemberi dana bahwa penelitian yang dibiayai telah dipublikasikan di
tingkat internasional.
Ucapan terimakasih juga dapat diberikan kepada perorangan,
lembaga atau kelompok yang telah memberi bantuan teknis dan saran. Ucapan
terimakasih sebaiknya ditulis dengan sederhana.
Beberapa contoh acknowledgments.
1.
This study was supported by a
research grant for food and meat products from the Ito Memorial Research
Foundation, Tokyo, Japan. We also thank the Livestock Improvement Association
of Miyazaki Prefecture, and Miyazaki Prefectural Meat Inspection Center of
Miyakonojo-Devision, for providing frozen semen and the ovaries.
2.
This work was supported in part by a
grant from the Council of Agriculture, Executive Yuan [#81 Rural
Restruction-12.1-AID-67(43)].
3.
The autrhors thank Dr. D. H. Min in
Michigan State University and Prof. L. D. Muller in Pennsylvania State
University for advice in writing of this manuscript. This study was supported
in part by Kangwon National University.
4.
This work was supported in part by a
grant from the Korea Science and Enginering Foundation (KOSEF 951-0607-011-2)
to YSK.
5.
The authors would like to thank the
National Science Council of the Republic of China for financial support of this
experiment under Contract No. NSC 84-2321-B-021-010.
4.8. References
Penulisan daftar pustaka bervariasi tergantung kepada format
setiap jurnal. Untuk itu, kita harus mengacu kepada pedoman penulisan pada
jurnal tersebut. Secara umum, penyusunan daftar pustaka terdiri atas dua jenis,
yaitu dengan cara penomoran dan penyusunan secara alfabetis. Daftar pustaka
yang digunakan diutamakan dari artikel-artikel yang telah dipublikasikan secara
internasional. Daftar pustaka dari publikasi nasional dapat digunakan pada
jumlah terbatas. Tesis dan disertasi dapat pula digunakan sebagai daftar
pustaka. Kadang subuah artikel ditolak karena daftar pustaka hanya berasal dari
hasil penelitian yang tidak dipublikasikan, seperti misalnya laporan
penelitian, atau hanya berasal dari publikasi lokal.
4.9. Penulisan Tabel
Dalam penerbitan jurnal internasional, tabel selalu ditulis
dalam halaman terpisah dari teks, biasanya setelah daftar pustaka. Tabel diberi
nomor urut mengikuti angka arab, dan setiap tabel diketik dalam halaman
terpisah. Sebelum membuat tabel perhatikan dulu format yang ada pada contoh
artikel terbaru.
Umumnya garis horisontal sepanjang halaman yang
diperbolehkan hanya tiga, yaitu pada bagian atas (judul kolom) dan satu pada
penutup tabel. Garis vertikal sama sekali tidak diperbolehkan.
Judul tabel biasanya ditempatkan di atas tabel. Perhatian format penulisan judul tabel. Sistem penulisan satuan variabel yang ditabulasikan juga perlu diperhatikan dengan cermat.
Syarat yang selalu ditekankan dalam pembuatan tabel adalah bahwa pembaca bisa memahami dan menginterpretasikan tabel itu sendiri tanpa harus membaca teks. Susunlah data pada tabel sesuai dengan urutan penyajian dan pembahasan dalam teks. Kelompokkan data sejenis dalam satu tabel.
Judul tabel biasanya ditempatkan di atas tabel. Perhatian format penulisan judul tabel. Sistem penulisan satuan variabel yang ditabulasikan juga perlu diperhatikan dengan cermat.
Syarat yang selalu ditekankan dalam pembuatan tabel adalah bahwa pembaca bisa memahami dan menginterpretasikan tabel itu sendiri tanpa harus membaca teks. Susunlah data pada tabel sesuai dengan urutan penyajian dan pembahasan dalam teks. Kelompokkan data sejenis dalam satu tabel.
4.10. Figure Legends atau Judul Gambar
Biasanya judul gambar dilampirkan setelah tabel. Tuliskan
judul gambar dalam halaman terpisah dari gambarnya. Jika ada beberapa gambar,
bisa diberi nomor dan judulnya dan mengetiknya dalam satu halaman. Perhatikan
format penulisan judul gambar pada artikel contoh.
4.11. Figure
Gambar digunakan untuk menyajikan data yang sangat banyak.
Setiap gambar dicetak pada halaman terpisah. Untuk tidak membingunkan, tuliskan
nomor gambar dan nama penulis dibalik (halaman belakang) gambar tersebut.
Selain itu, untuk gambar yang tidak langsung kelihatan mana bawah dan atas,
harus ditunjukkan di margin gambar tersebut dengan pensil. Karena gambar tidak
disertai dengan judulnya, jangan sampai salah memberikan nomor di belakang
gambar atau salah mengurutnya dalam teks.
5.
Pengiriman Artikel
Setelah artikel selesai ditulis dengan baik, sekali lagi
periksa kelengkapan dan kesesuaian dengan format. Yang penting diperhatikan
adalah aturan bahasa yang digunakan apakah sudah sesuai, dan apakah ejaaannya
benar. Jika perlu, sebelum kita mengirimkan naskah tersebut ke jurnal yang
dituju, ada baiknya kita mintakan kolega kita di dalam dan di luar negeri untuk
membacanya dan memberikan komentar. Pada sebagian besar jurnal internasional,
penulis yang bukan “native speaker” biasanya disarankan agar naskahnya dikoreksi
pemakaian bahasanya oleh “native speaker”. Hal ini untuk menghindari pemakaian
bahasa asing yang tidak standar. Sering terjadi, artikel ditolak karena
pemakaian bahasa asing yang tidak standar. Jika sudah siap, maka artikel
diperbanyak sesuai dengan permintaan dan mengirimkannya ke Editor-in-Chief.
Setelah artikel difotokopi, maka sekali lagi periksa kelengkapan halaman.
Buatlah surat pengantar yang memohon redaktur untuk mempertimbangkan penerbitan
atikel anda, lengkap beserta alamat lengkap untuk keperluan surat-menyurat.
Selain itu, sejumlah jurnal juga mensyaratkan adanya “surat pernyataan” dari
semua peneliti yang isinya tentang persetujuan antar peneliti tentang isi
artikel, keaslian hasil penelitian/tulisan, dan pernyataan lain yang dipersyaratkan.
Artikel dikirim beserta kelengkapannya. Artikel dibungkus
dalam amplop besar (artikel jangan dilipat) dan kuat.
6.
Pengembalian Artikel oleh
Editor-in-Chief
Biasanya setelah artikel tersebut diterima oleh
Editor-in-Chief, mereka akan mengirimkan surat pemberitahuan bahwa artikel
tersebut telah sampai di meja redaksi (received) yang biasanya disertai nomor
yang diberikan oleh editor ke artikel tersebut. Dalam beberapa bulan, artikel
akan dikembalikan oleh Editor-in-Chief dengan dua kemungkinan. Yang pertama
artikel ditolak sama sekali, atau diterima (accepted) yang umumnya dengan
perbaikan. Artikel dapat diperbaiki sesuai dengan komentar reviewer jika kita
setuju. Kita dapat tidak setuju dengan komentar reviewer dengan mengemukakan
alasan ilmiahnya.
7.
Perbaikan Artikel
Artikel yang telah dikembalikan untuk diperbaiki biasanya
disertai dengan lembaran komentar reviewer yang bisa bersifat umum dan
spesifik. Selain itu juga Editor-in-Chief juga menambahkan beberapa catatan dan
perbaikan pada artikel. Perbaiki artikel sesuai dengan saran dan komentar serta
koreksian yang diberikan. Biasanya kita diminta untuk memberikan jawaban secara
rinci baris demi baris apa.
Disini kita dapat tidak setuju dengan saran para reviewer,
dengan mengemukakan alasan yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
Disini kita juga dapat menambahkan hal-hal yang kita anggap penting, meskipun
tidak ada saran dari para reviewer.
8.
Pengiriman Kembali Artikel
Setelah semua diperbaiki, kita kirim kembali artikel
tersebut beserta jawaban atau komentar kita terhadap saran para reviewer, yang
biasanya disertai dengan artikel yang lama yang berisi koreksian. Perhatikan
surat dari Editor in Chief berapa kopi kita harus mengirim. Jika tidak ada
surat pemberitahuan yang meminta artikel diperbaiki kembali, maka kita tinggal
menunggu galley proof. Pada saat revisi terakhir biasanya kita juga diminta
untuk mengirimkan artikel elektronik dalam disket, sehingga proses setting
lebih cepat.
9.
Pemeriksaan Galley Proof,
Penyelesaian Administrasi dan Pemesanan Reprints
Setelah artikel diterima, proses setting akan dilakukan.
Artikel akan diketik sesuai dengan format cetak halaman jurnal tersebut.
Walaupun page layout untuk tabel dan grafik mungkin belum seperti bentuk akhir
pada saat dicetak. Hasil setting seperti inilah yang disebut galley proof. Jika
proof sudah diterima, maka koreksilah dan kirim kembali. Biasanya galley proof
harus dikirim dalam waktu 24-48 jam setelah diterima. Jadi proof sebaiknya
dikirim lewat faks atau EMS (express mail service).
Perbaikkan proof biasanya hanya diperkenankan yang berkaitan
dengan kesalahan yang tidak fatal seperti salah ketik, atau perlu ditambahkan
kata imbuhan. Tidak dibenarkan untuk mengubah pernyataan, mengganti kalimat
dll. Oleh sebab itu, yakinkan tidak ada kesalahan yang prinsip pada draft
artikel terakhir.
Pada saat pengiriman galley proof, Editor-in-Chief juga
mengirimkan formulir untuk pemesanan reprints dan faktur untuk pembayaran page
charge. Page charge ini harus dibayarkan bersamaan dengan pengiriman kembali
galley proof. Ada sebagian jurnal yang mensyaratkan bahwa pada saat pertama
kali pengiriman artikel disertai dengan pengiriman “biaya koreksi”. Kita dapat
tidak membayar “biaya koreksi” tersebut dengan membuat pernyataan tertulis
bahwa “anda” tidak mempunyai dana untuk keperluan tersebut. Setelah artikel
sampai pada tahap “galley proof dan ada permintaan biaya publikasi, penulis
dapat mengajukan bebas biaya dengan melampirkan surat pernyataan dari lembaga
tempat kerja penulis bahwa tidak ada dana untuk keperluan publikasi. Selesailah
proses pembuatan artikel dan kita tinggal menunggu reprints yang dipesan.
Reprints dapat kita kirimkan kepada kolega kita di dalam maupun di luar negeri.
Daftar
Pustaka
Animal Science and Technology. 1998. Japanese Society of Zootechnical Science, Japan.
Animal
Science Journal. 1999.Instrictions to Authors. Japanese Society of Zootechnical
Science, Japan.
Asian-Australasian
Journal of Animal Science. 2003. Guide for authors. AAAP, Korea.
Japanese
Poultry Science. 1995. Japan Poultry Science Association, Japan.
Journal
of Nutritional Science and Vitaminology. 1998.Instrictions to authors. Center
for Academic Publications, Japan.
Haryanto,
A. G., H. Ruslijanto, D. Mulyono. 2000. Metode Penulisan dan Penyajian Karya
Ilmiah. Penebit Buku Kedokteran, Jakarta.
Lindsay,
D. 1988. A Guide to Scientific Writing. (Penerjemah S. S. Achmadi). UI-Press,
Jakarta.
Manalu,
W. 1999. Penulisan artikel ilmiah pada jurnal ilmiah internasional. Makalah
Pelatihan Penatar Penulisan Artikel Ilmiah di Perguruan Tinggi, DIKTI, Jakarta.
Nafiah,
A. H. 1981. Anda Ingin Jadi Pengarang? Usaha Nasional, Surabaya.
Poltry
Science. 1999. Poultry Science Association, U S A.
Purbo-Hadiwidjojo,
M. M. 1993. Menyusun Laporan Teknik. Penerbit ITB, Bandung.
Rifai,
M. A. Pegangan Gaya Penulisan, Penyuntingan dan Penerbitan Karya Ilmiah
Indonesia. UGM Press, Yogyakarta.
Santoso,
U. 1998. Penyusunan penulisan ilmiah populer. Pelatihan penulisan ilmiah
populer bagi mahasiswa, Bengkulu.
World’s
Poultry Science Journal. 1994.Notes for Contributors. The World’s Poultry
Science Association, UK
Komentar
Posting Komentar